Potensi Peternakan Kambing


Potensi Usaha Peternakan Kambing  - Lebih dari 400 Juta ekor kambing yang ada di dunia menempati posisi unik di antara ternak-ternak ruminansia lain. Sekitar 90% kambing tersebar di Asia dan Afrika. Hewan ini sangat unik, menarik dan sangat mudah untuk dipelihara. Pakannya dapat menggunakan bahan yang tidak biasa dikonsumsi ternak lain. Ternak ini sangat efisien mengubah pakan berkualitas rendah menjadi produk bernilai tinggi seperti daging, kulit, susu, dan bulu.Menernakkan kambing bukan sesuatu yang baru bagi petani dipelosok pedesaan. 

Ternak kambing sudah lama diusahakan oleh petani atau masyarakat sebagai usaha sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Meskipun secara tradisional telah memberikan hasil yang lumayan, jika pemeliharaannya ditingkatkan (menjadi semi intensif atau intensif), pertambahan berat badannya dapat mencapai 50 - 150 gram per hari. Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternak kambing, yaitu: bibit, makanan, dan tata laksana.

Kambing merupakan hewan/ ternak komoditas yang menguntungkan. Dimana kambing dapat menghasilkan produk daging dan hasil olahan lainnya. Permintaan akan konsumsi daging yang tinggi membuka potensi usaha yang cukup besar dalam prospek pengembangan usaha peternakan kambing.

Kambing kacang adalah ras unggul kambing yang pertama kali dikembangkan di Indonesia. Badan kambing ini kecil. Tinggi gumba pada yang jantan 60 sentimeter hingga 65 sentimeter, sedangkan yang betina 56 sentimeter. Bobot pada kambing jantan bisa mencapai 25 kilogram, sedang kambing betina seberat 20 kilogram. Telinganya tegak, berbulu lurus dan pendek. Baik kambing betina maupun yang jantan memiliki dua tanduk yang pendek. Kambing kacang merupakan kambing lokal Indonesia, memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi alam setempat serta memiliki daya reproduksi yang sangat tinggi. Kambing kacang jantan dan betina keduanya merupakan tipe kambing pedaging.

Keuntungan lain yang dapat diperoleh masyarakat dengan beternak kambing adalah dengan adanya pemanfaatan kotoran kambing yang dapat digunakan sebagai pupuk kandang. Pupuk kandang ini dapat digunakan para petani sebagai pupuk kandang utnuk sawah mereka, sehingga masyarakat yang bekerja sebagai petani sekaligus peternak akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus.
a

Cara Pemeliharaan Mencit


Cara Pemeliharaan Mencit
Pemeliharaan mencit harus menggunakan box mencit atau kandang mencit yang bersih. Pemeliharaan mencit dilakukan dalam box mencit (kandang mencit) yang telah disiapkan, dengan memberikan serbuk gergaji sebagai alas. Kandang mencit harus selalu diperhatikan kebersihannya, terutama pergantian serbuk gergaji yang dilakukan minimal sekali dalam seminggu, serta box mencit juga dibersihkan (Smith, 1998). 

Mencit ( Mus musculus ) selalu berada di dalam bangunan sarangnya bisa ditemui didalam dinding, lapisan atap ( eternit ), kotak penyimpanan atau laci. Kadang mencit yang baik untuk pemeliharaan harus tetap kering dan tidak terendam air karena dapat membuat mencit terkontaminasi oleh bakteri sehingga dapat menyebabkan penyakit yang dapat menularkan kepada manusia. Penyakit bersumber rodensia yang disebabkan oleh bebagai agen penyakit seperti virus, rickettsia, bakteri dan cacing dapat ditularkan kepada manusia secara langsung melalui gigitan atau ludah rodensia, urin, feses, dan pinjal, dan tidak langsung melalui gigitan vektor eksparasit tikus dan mencit ( kutu, pinjal, caplak, dan tungau ) ( Anonim, 2007).

Mencit merupakan hewan pengerat yang pandai memanjat dan pemakan bendav keras. Pada tikus liar atau tikus got berprilaku menggali lubang di tanah dan hidup dilubang tersebut, sangat pandai memanjat dan biasanya memakan benda-benda yang ditemukan serta bersifat merugikan. Sedangkan pada tikus rumah pandai memanjat, suka mengigit benda-benda keras dan hidup atau tinggal di semak-semak, dalam rumah, gudang, dan took makanan (AnonimC, 2009).

Mencit merupakan hewan yang sering ditemukan disawah,dirumah atau atau dimana saja. Tikus dikenal sebagai binatang cosmopolitan yaitu menempati hamper di semua habitat. Habitat dan kebiasaan jenis tikus yang yang dihubungkan dengan manusia, yaitu (Anoinimc, 2009) :

  • R. nervegicus
    Menggali lubang, berenag dan menyelam, mengigit benda-benda keras  Seperti kayu bangunan, aluminium dsb. Hidup dalam rumah, gudang bawah tanah, dek dan saluran dalam tanah/riel/got.
  • R. ratus diaradii
    sangat pandai memanjat, biasanya disebut sebagai pemanjat ulung, mengigit benda-benda yang keras. Hidup dilubang pohon, tanaman yang menjalar hidup dalam rumah tergantung pada cuaca.
  • M. musculus
    Termasuk rodensia pemanjat, kadang-kadang menggali lubang, menggigit,hidup didalam dan diluar rumah.

Karakteristik lainnya adalah cara berjalan dan perilaku hidupnya. Semua rodensi komersial berjalan dengan telapak kakinya. Beberapa jenis rodensia adalah ratus nervegicus, ratus diardii dan mus musculus.

Berperilaku menggali lubang di tanah dan hidup di lubang  tersebut. Sebaliknya Rattus ratus diardii ( tikus rumah ) tidak tinggal di tanah teapi di semak – semak atau diatap bangunan. Bantalan telapak kaki jenis tikus ini disesuaikan untuk menarik dan memegang yang sangat baik. Hal ini karena pada bantalan telapak kaki terdapat guratan – guratan betelur, sedang pada rodensia penggali bantalan telapak kakinya halus. 

R.komensal adalah pemanjat yang ulung, tikus atap atau tikus rumah yang bentuknya lebih kecil dan langsing lebih beradaptasi untuk memanjat dibandingkan dengan tikus riol/got. Namun demikian kedua spesies tersebut dapat memanjat kayu dan bangunan yang permukaannya kasar karena pada telap kakinya terdapat     guratan – guratan betelur. 

Sejarah/Asal Usul Mencit


Sejarah/Asal Usul Mencit
Mencit liar atau mencit rumah (Mus musculus) termasuk dalam ordo Rodentia, Sub ordo Myomorpha, Fam Muridae dan sp murinae. Penyebaran sangat luas; semua jenis (strain) yang dapat dipakai di laboratorium sebagai hewan percobaan berasal dari mencit liar yang melalui seleksi. Masing-masing jenis dicirikan melalui warna, perangai , susunan anatomi, fisiologi dan morkologinya. 

Mencit digunakan sebagai hewan model hidup dalam berbagai kegiatan penelitan terutama yang akan diterapkan pada manusia. Hewan ini mudah didapat, mudah dikembangbiakkan dan harganya relatip murah, ukurannya kecil sehingga mudah ditangani, jumlah anak perperanakannya banyak. Sebagaimana makhluk hidup lainnya selama pertumbuhan dan perkembangannya mencit tidak dapat lepas dari pengaruh berbagai faktor lingkungan hidupnya (Anonima, 2009)

Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi khususnya dalam bidang biomedis, kebutuhan hewan percobaan terutama mencit semakin meningkat kualitas maupun kuantitasnya. kualitas dalam arti mutu hewan yang secara genetik memungkinkan hasil yang baik sesuai dengan yang diharapkan. Untuk memenuhi kebutuhan di atas diperlukan pengelolaan khusus secara profesional. Mencit adalah hewan pengerat yang banyak terdapat disawah dan merupakan hama bagi petani. Ciri khas dari mencit yaitu kulit,rambut tidak berpigmen sehingga warnanya putih, mencit lebih tahan terhadap penyakit dan lebih jinak. Jumlah anak saat melahirkan adalah sekitar 8 sampai 12 ekor per reproduksi (Anonima, 2009).

Sistem Pemberian Pakan Ternak Sapi Potong

Sistem Pemberian Pakan Ternak Sapi Potong

Pakan sangat penting untuk diperhatikan , karena pakan sangat besar pengaruhnya terhadap pertambahan bobot badan sapi. Pakan diperlukan untuk hidup pokok, pertumbuhan , reproduksi, dan produksi daging. Zat gizi utama yang dibutuhkan sapi potong adalah protein dan energi ( Tillman,1998 ).

Pemberian pakan dapat dilakukan dengan 3 cara: yaitu penggembalaan (Pasture fattening), kereman (dry lot faatening) dan kombinasi cara pertama dan kedua (Anonim, 2010) : 
  • Penggembalaan dilakukan dengan melepas sapi-sapi di padang rumput, yang biasanya dilakukan di daerah yang mempunyai tempat penggembalaan cukup luas, dan memerlukan waktu sekitar 5-7 jam per hari. 
  • Pakan dapat diberikan dengan cara dijatah/disuguhkan yang yang dikenal dengan istilah kereman. Sapi yang dikandangkan dan pakan diperoleh dari ladang, sawah/tempat lain. Setiap hari sapi memerlukan pakan kira-kira sebanyak 10% dari berat badannya dan juga pakan tambahan 1% - 2% dari berat badan. Ransum tambahan berupa dedak halus atau bekatul, bungkil kelapa, gaplek, ampas tahu. yang diberikan dengan cara dicampurkan dalam rumput ditempat pakan. Selain itu, dapat ditambah mineral sebagai penguat berupa garam dapur, kapus. Pakan sapi dalam bentuk campuran dengan jumlah dan perbandingan tertentu ini dikenal dengan istilah ransum.
  • Pemberian pakan sapi yang terbaik adalah kombinasi antara penggembalaan dan keraman.  Menurut keadaannya, jenis hijauan dibagi menjadi 3 katagori, yaitu hijauan segar, hijauan kering, dan silase. Macam hijauan segar adalah rumput-rumputan, kacang-kacangan (legu minosa) dan tanaman hijau lainnya. Rumput yang baik untuk pakan sapi adalah rumput gajah, rumput raja (king grass), daun turi, daun lamtoro.
Pemberian jumlah pakan berdasarkan periode sapi seperti anak sapi sampai sapi dara, periode bunting, periode kering kandang dan laktasi. Pada anak sapi pemberian konsentrat lebih tinggi daripada rumput. Pakan berupa rumput bagi sapi dewasa umumnya diberikan sebanyak 10% dari bobot badan (BB) dan pakan tambahan sebanyak 1-2% dari BB. Sapi yang sedang menyusui (laktasi) memerlukan makanan tambahan sebesar 25% hijauan dan konsentrat dalam ransumnya (Anonimg, 2010).

Sumber karbohidrat berupa dedak halus atau bekatul, ampas tahu, gaplek, dan bungkil kelapa serta mineral (sebagai penguat) yang berupa garam dapur, kapur, dll. Pemberian pakan konsentrat sebaiknya diberikan pada pagi hari dan sore hari sebelum sapi diperah sebanyak 1-2 kg/ekor/hari. Selain makanan, sapi harus diberi air minum sebanyak 10% dari berat badan perhari.Pemeliharaan utama adalah pemberian pakan yang cukup dan berkualitas, serta menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak yang dipelihara. Pemberian pakan secara intensif dikombinasikan dengan penggembalaan Di awal musim kemarau, setiap hari sapi digembalakan. Di musim hujan sapi dikandangkan dan pakan diberikan menurut jatah. Penggembalaan bertujuan pula untuk memberi kesempatan bergerak pada sapi guna memperkuat kakinya (Anonimg, 2010).

Sistem Perkandangan ternak sapi potong

Sistem Perkandangan ternak sapi potong
Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal, tergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. Pada kandang tipe tunggal, penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran, sementara kandang yang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk jalan (Sugeng, 2006).          
Secara umum, kandang memiliki dua tipe, yaitu individu dan kelompok. Pada kandang individu, setiap sapi menempati tempatnya sendiri berukuran 2,5 X 1,5 m. Tipe ini dapat memacu pertumbuhan lebih pesat, karena tidak terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan dan memiliki ruang gerak terbatas, sehingga energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok dan produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak. Pada kandang kelompok, bakalan dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang. Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih luas daripada kandang individu. Kelemahan yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada yang lemah, karena lebih banyak mendapatkan pakan (Anonimc, 2010).
Dalam pembangunan kandang atau perkandangan diperlukan perencanaan yang seksama. Perencanaan tersebut perlu dipertimbangkan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi dari sebuah bangunan perkandangan. Kandang yang memiliki persyaratan akan membuat usaha ternak semakin baik. Karena dengan semakin baiknya persyaratan kandang, ternak yang dipelihara akan semakin sehat (Purbowati & Rianto, 2009)
a.       Syarat Kandang
-       Bahan kandang dari kayu/ bambu serta kuat
-       Letak kandang terpisah dari rumah dan jaraknya cukup jauh. Lantai dari semen/tanah yang dipadatkan, dan harus dibuat lebih tinggi dari tanah sekitarnya.
-        Ventilasi udara dalam kandang harus baik.
-        Drainase di dalam dan luar kandang harus baik.
b.      Ukuran kandang
-           Sapi betina dewasa 1,5 X 2 m/ekor
-          Sapi jantan dewasa 1,8 X 2 m/ekor
-           Anak sapi 1,5 X 2 m/eko
Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal, tergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. Pada kandang tipe tunggal, penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran, sementara kandang yang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk jalan.Pembuatan kandang untuk tujuan penggemukan (kereman) biasanya berbentuk tunggal apabila kapasitas ternak yang dipelihara hanya sedikit (Anonimd, 2010).
Lantai kandang harus diusahakan tetap bersih guna mencegah timbulnya berbagai penyakit. Lantai terbuat dari tanah padat atau semen, dan mudah dibersihkan dari kotoran sapi. Lantai tanah dialasi dengan jerami kering sebagai alas kandang yang hangat.Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah dipakai harus disuci hamakan terlebih dahulu dengan desinfektan, seperti creolin, lysol, dan bahan lainnya.Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5x2 m atau 2,5x2 m, sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1,8x2 m dan untuk anak sapi cukup 1,5x1 m per ekor, dengan tinggi atas + 2-2,5 m dari tanah. Temperatur di sekitar kandang 25-40O  (33O) dan kelembaban 75%. Lokasi pemeliharaan dapat dilakukan pada dataran rendah (100-500 m) hingga dataran tinggi (> 500 m (Anonimd 2010).
Konstruksi kandang sapi seperti rumah kayu. Atap kandang berbentuk kuncup dan salah satu/kedua sisinya miring. Lantai kandang dibuat padat, lebih tinggi dari pada tanah sekelilingnya dan agak miring kearah selokan di luar kandang. Bahan konstruksi kandang adalah kayu gelondongan/papan yang berasaldari kayu yang kuat. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat, tetapi agak terbuka agar sirkulasi udara didalamnya lancar. Termasuk dalam rangkaian penyediaan pakan sapi adalah air minum yang bersih. Air minum diberikan secara ad libitum, artinya harus tersedia dan tidak boleh kehabisan setiap saat. Tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi dari pada permukaan lantai.Dengan demikian kotoran dan air kencing tidak tercampur didalamnya (Anonime, 2010).
Sebelum membuat kandang sebaiknya diperhitungkan lebih dulu jumlah sapi yang akan dipelihara. Ukuran kandang untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 x 2 m. Sedangkan untuk seekor sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m dan untuk seekor anak sapi cukup 1,5x1 m. Termasuk dalam perlengkapan kandang adalah tempat pakan dan minum, yang sebaiknya dibuat di luar kandang, tetapi masih dibawah atap. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak/ tercampur kotoran (Anonimf, 2010).
Berikut ini adalah Jenis – Jenis Kandang
a.       Kandang beranak ( Induk dan Anak )
Kandang beranak atau kandang menyusui adalah kandang untuk pemeliharaan khusus induk atau calon induk yang telah bunting tua (7-8 bulan) sampai menyapih pedetnya, dengan tujuan menjaga keselamatan dan keberlangsungan hidup pedet. kenyamanan dan keleluasaan bagi induk dan pedet selama menyusui. Kandang beranak termasuk individu yang dilengkapi dengan palungan pada bagian depan, dan selokan pada bagian dibelakang ternak, serta di belakang kandang dilengkapi dengan halaman pelumbaran. Lantai kandang selalu bersih, kering dan tidak licin. Kontruksi pagar pelumbaran adalah lebih rapat yang menjamin pedet tidak keluar kandang. Luas kandang beranak mempunyai ukuran 3 X 3 meter termasuk palungan didalamnya (Sansoucy. 1981).
b.      Kandang individu ( Kandang Tunggal )
Kandang individu atau kandang tunggal, merupakan model kandang satu ternak satu kandang. Pada bagian depan ternak merupakan tempat palungan (tempat pakan dan air minum), sedangkan bagian belakang adalah selokan pembuangan kotoran. Sekat pemisah pada kandang tipe ini lebih diutamakan pada bagian depan ternak mulai palungan sampai bagian badan ternak atau mulai palungan sampai batas pinggul ternak Tinggi sekat pemisah sekat sekitar 1 m atau setinggi badan sapi. Sapi di kandang individu diikat dengan tali tampar pada lantai depan guna menghindari perkelahian sesamanya Luas kandang individu disesuaikan dengan ukuran tubuh sapi yaitu sekitar panjang 2,5 meter dan lebar 1,5 meter (Sansoucy. 1981).

c.       Kandang Kelompok
Kadang koloni atau kandang komunal merupakan model kandang dalam suatu ruangan kandang ditempatkan beberapa ekor ternak, secara bebas tanpa diikat.Penggunaan tenaga kerja untuk kandang koloni lebih efisien dibanding kandang model individu, karena pekerjaan rutin harian adalah membersihkan tempat pakan, minum dan memberikan pakan. Dalam hal ini satu orang tenaga kandang mampu menangani sekitar 50 ekor sedangkan untuk kandang individu sekitar 15 – 20 ekor..
d.      Kandang penggemukan
Kandang penggemukan untuk pemeliharaan sapi jantan dewasa beberapa bulan sampai mencapai bobot tertentu. Lama pemeliharaan ternak pada kandang penggemukan berkisar antara 4 – 12 bulan, tergantung pada kondisi awal ternak (umur dan bobot badan) dan ransum yang diberikan. Tipe kandang untuk penggemukan ternak jantan dewasa adalah tipe kandang individu, untuk menghindari perkelahian sesamanya Beberapa model kandang penggemukan dengan system kereman dibuat lebih tertutup rapat dan sedikit gerak untuk mengurangi kehilangan energi dan mempercepat proses penggemukan (Sansoucy. 1981).
e.       Kandang paksa
Kandang paksa atau lebih dikenal dengan kandang jepit adalah untuk melakukan kegiatan perkawinan IB, perawatan kesehatan (potong kuku) dan lain sebagainya. Kontruksi kandang paksa harus kuat untuk menahan gerakan sapi. Ukuran kandang paksa yaitu panjang sebesar 110 cm, lebar sebesar 70 cm dan tinggi sebesar 110 cm. Pada bagian sisi depan kandang dibuat palang untuk menjepit leher ternak (Sansoucy. 1981).
f.       Kandang pejantan
Kandang pejantan untuk pemeliharan sapi jantan yang kusus digunakan sebagai pemacek. Tipe kandang pejantan adala individu yang dilengkapi dengan palungan (sisi depan) dan saluran pembuangan kotoran pada sisi belakang (Kontruksi kandang pejantan harus kuat serta mampu menahan benturan dan dorongan serta memberikan kenyamanan dan keleluasaan bagi ternak. Luas kandang pejantan adalah panjang (sisi samping) sebesar 270 cm dan lebar (sisi depan) sebesar 200 cm ( Firman, 2010).

sistem pemeliharaan sapi potong


Sistem Pemeliharaan
Manajemen pemeliharaan sapi potong perlu dilakukan. Untuk itu ada beberapa metode yang harus dilakukan. Metode pemeliharaan sapi potong berdasarkan tujuan pemeliharaan yaitu (Anonima, 2010):
a.    Pemeliharaan sapi potong pembibitan;
-       Sapi induk, Selain pemberian pakan yang baik pemeliharaan kesehatan dalam pemeliharaan sapi induk perlu juga diperhatikan sistim perkawinannya, sehingga induk dapat melahirkan setiap 1 – 18 bulan sekali.
-       Induk bunting, Sapi yang mengalami proses produksi harus mendapat perlakuan dan pakan yang baik. Pakan harus cukup baik, berikan pakan penguat sebanyak 2-3 kg/ek/hr ditambahkan mineral. Tempatkan sapi dikandang tersendiri agar merasa tenang. Jagalah kebersihan kandang, alasi lantainya dengan jerami/rumput kering.
-       Pemelihraan anak sapi, Setelah anak sapi lahir segera bersihkanlender yang menempel pada tubuhnya, terutama bagian hidung dan mulut. Potong tali pusar dan olesi dengan yodium. Biarkan anak sapi menyusui pada induknya sampai 4 bulan. Mulai diperkenalkan dengan konsentrat pada umur 3 minggu.
b.      Pemeliharaan sapi potong kereman
Ada 4 patokan dalam memilih sapi untuk dierem, diantaranya :
-    Sapi yang berumur kurang dari satu tahun yang akan diperlukan masa kereman selama 8-12 bulan.
-     Sapi berumur 1-2 tahun dengan masa kerem selama 6-8 bulan.
-     Sapi yang berumur 2-3 tahun dengan masa kereman selama 4-6 bulan.
-     Sapi yang berumur 3 tahun keatas dengan masa kereman maksimal selama 4 bulan
Selain dari segi umur juga perlu pertimbangan dari bentuk tubuh sapi yang akan dikerem dapat dipilih kurus, tapi bukan karena penyakit. Kuru dalam artian kurang makanan dan perawatan. Berat ideal sapi yang akan dikerem antara 140-200 kg. Pemberian konsentrat berupa dedak padi +starbio sebanyak 1 kg hari akan memberikan pertambahan berat badan rata-rata 600 gram/hari.
c.    Pemeliharaan sapi untuk ternak kerja, Pada pemeliharaan ini perlu diperhatikan adalah ternak sebaiknya tidak dikerjakan pada waktu tertentu sbb:
1. Satu bulan setelah dikawinkan
2. Dua bulan sebelum melahirkan
3. Satu bulan setelah melahirkan
4. Pengolahan reproduksi
Kawinkan sapi betina untuk pertama kalinya pada umur 15 – 20 bulan,sedangkan yang jantan pada umur 15-24 bulan. Bila sapi menunjukkan tanda-tanda birahi pagi hari,kawinkan 12-18 jam. Perkawinan dinyatakan berhasil bila sapi memeprlihatkan tanda-tandanya yaitu tidak muncul birahi pada periode berikutnya, sapi kelihatan lebih tenang, nafsu makan dan minum bertambah, rongga perut bertambah besar. Kebuntingan sapi rata-rata berlangsung selama 283 hari (Anonima, 2010).
Tatalaksana pemeliharaan dapat dibagi 3 sesuai tujuan pemeliharaan (Anonimb, 2010)  :
a.        Tujuan untuk menghasilkan anak. Induk dan anak dipelihara bersama sampai anak disapih umur 6 - 8 bulan dan kemudian anak dijual.
b.         Tujuan untuk menambah dan memperbaiki kualitas daging. penggemukan dapat dilakukan di kandang atau padang rumput. Lama penggemukan tergantung umur sapi. Bila umur 1 – 2 tahun dibutuhkan waktu 6 bulan. Bila umur sapi dewasa 2 - 3 tahun dibutuhkan waktu 4 bulan.
c.          Tujuan untuk bibit. Dipelihara sapi-sapi jantan dan betina dari jenis unggul.